Menulis Jujur

Kali ini saya ingin menulis apa yang benar-benar ingin saya tulis dengan setulus hati saya tanpa adanya paksaan atau kebohongan. Saya tidak ingin menulis untuk orang lain. In this time, no more drama!
Saya juga ingin menghapus “aturan pribadi” yang saya buat sendiri yaitu “tulislah yang bermanfaat dan berguna.” Kali ini lebih dari itu! Tidak hanya pengetahuan tetapi lebih kepada pikiran-pikiran dan suasana hati saya pada suatu waktu. Biarkan saya curhat pada blog saya ini tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
Saya juga memutuskan integrasi wordpress ini ke Facebook dan Path. Dengan begitu, saya lebih leluasa menulis tanpa takut adanya kritikan atau ocehan di belakang tentang apa yang saya tulis. Kali ini, saya mencoba untuk lebih terbuka dari biasanya.
Saya selalu berpikir, ketika saya mati nanti, dan anak cucu saya menemukan blog saya ini (semoga saja), apakah respon mereka positif? Untuk itu, demi kalian, saya akan menuliskan cerita saya yang sebenarnya yang mudah-mudahan bisa kalian ambil hikmahnya, aamiin.
Kenapa tidak tulis di status atau note Facebook, twitter, atau path? Well, pertama, kalau facebook, saya malas untuk scroll ke bawah di wall saya atau mengecek note facebook saya. Dan juga, jika menulis di facebook, saya merasa terintervensi dalam menulis dan menjadikan menulis sebagai beban. Kedua, twitter. Tentu saja 140 karakter tidaklah cukup untuk menginterpretasikan isi kepala dan hati saya. Tapi kan ada chripstory? Well, terlalu ribet dan kurang efektif dalam penyampaian pesan dari tulisan saya. Ketiga, path. Karena path hanya untuk teman-teman terbatas dan saya sangat selektif dalam memilih teman di path. Kenal tidak? cukup dekat? penting? Nah, sehingga teman di path saya sedikit tapi benar-benar saya kenal baik dan bukan sebatas kenal. Saya tidak mau path saya menjadi seperti facebook yang banyak teman yang tidak saya kenal dan rasanya malas untuk merestorasi friend list di facebook.
Saya berniat membuat blog lagi di ameblo.jp dengan bahasa Jepang campur Inggris. Dengan harapan saya dapat memperlancar kemampuan bahasa saya. Namun, saya masih belum menemukan waktu yang tepat. Doakan saja..
Di samping itu, saya juga akan menuliskan lagu apa yang sedanf saya sukai di akhir tulisan saya. Karena, based on experience, lagu memiliki kekuatan memori yang hebat! Jadi, pada saat saya mendengar sebuah lagu yang misalnya keluaran tahun 2007, saya jadi ingat momen-momen di lagu itu. Ibaratnya lagu itu adalah soundtrack kehidupan. Apakah kalian juga begitu? Btw, saya menulis blog ini dengan laptop atau smartphone saya.
Oke, sekian dulu dari saya karena sekarang sudah jam 1 pagi di hari Minggu. Saya harus tidur.

Life OST: If you’re not the one – Daniel Bedingfield.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s