Ayah Ibu Belum Bisa Naik Haji? Masak 75 Juta Aja Ga Punya?! Kemane Aje Lo??

Tulisan ini saya tujukan untuk anak yang orang tuanya belum kunjung berangkat haji karena alasan ekonomi. Bagi anak yang orang tuanya sudah berangkat haji, saya mengucapkan syukur alhamdulillah dan mari sama-sama mendoakan agar kita semua dapat berangkat haji, aamiin.

 

 

 

Naik haji? Ya, naik haji. Siapa sih yang tidak mau naik haji? Berkunjung ke rumah Allah adalah impian bagi 1,5 milyar muslim di seluruh dunia. Namun yang saya bahas di sini adalah naik haji bagi orang tua kita.

Well, pernahkah kalian berpikir berapa ratus juta yang orang tua habiskan untuk mengurus dan membiayai kalian dari kecil? Nah, jumlah biaya itu dikalikan dengan jumlah adik beradik kalian. Kalau kalian tiga beradik (misalnya punya dua orang adik), ya dikali tiga. Mari kita sedikit berhitung disini. Taruhlah biaya hidup seorang anak itu Rp 1.000.000 per bulan mulai dari biaya makan, baju, rumah, sekolah, dll. Kita pukul rata saja biaya hidup pada semua umur dan semua jenjang pendidikan yang ditempuhnya untuk mempermudah perhitungan. Lalu Rp.1.000.000 dikali 12 bulan adalah Rp 12.000.000 per tahunnya. Misalnya saya meminta uang pada orang tua sampai usia 20 tahun. Itu artinya Rp 12.000.000 dikali 20 sama dengan Rp 240.000.000. Jika saya tiga bersaudara maka dikali 3 sehingga menjadi Rp 720.000.000 per dua puluh tahun yang harus orang tua keluarkan untuk anak-anaknya. Itu hanya perhitungan bruto terlepas dari biaya sekunder seperti jalan-jalan, beli gadget, tambahan biaya pendidikan, rumah sakit, dll. Mungkin jumlahnya akan lebih banyak lagi.

Back to the topic. Berapa sih biaya haji untuk satu orang? Well, terakhir saya cek di peraturan presiden (perpres) biaya tentang penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) pada tahun 2013 adalah 34,3 juta rupiah. Sederhanakan saja 35 juta rupiah. Nah, sekarang baru kita masuk ke permalahan inti. Bayangkan dengan uang Rp 720.000.000 yang dimiliki orang tua kita, berapa kali oang tua kita bisa berangkat haji? Jawabannya bisa 20 kali! Bayangkan kalau orang tua kalian menelantarkan kalian pada waktu kalian masih kecil. Mungkin membuang kalian ke panti asuhan supaya tidak menambah beban kehidupan. Atau tidak membiayai pendidikan kalian. Atau tidak membiayai gadget kalian, uang pulsa kalian, uang internet kalian. Mungkin orang tua kalian sudah 20 kali pulang pergi haji. Onh plus pula.

Namun orang tua kita tidaklah seperti itu. Mereka rela mati-matian untuk keberhasilan kita di masa mendatang demi hidup yang lebih baik. Mereka rela mengayuh becaknya lebih cepat bagi tukang becak, menanam padi dan menggendong karung beras lebih banyak jika ia petani, atau melaut lebih lama jika dia nelayan. Atau yang kerja di perkantoran, orang tua kita akan berpikir lebih keras dan bekerja lebih giat. Bahkan ada yang sampai “menjilat” bosnya atau bahkan korupsi hanya untuk kepentingan anak-anaknya. Kalian pikir kenapa koruptor yang ditangkap KPK itu korupsi? Karena diri mereka sendiri? Tidak. Karena untuk kesenangan keluarganya! Tapi saya yakin, kalian yang membaca tulisan saya ini tidak seperti itu. Dan saya mendoakan agar kita semua terlepas dari yang namanya korupsi, amin ya rabbal alamin.

Nah, sekarang coba kalian renungkan kembali. Jika kalian tidak meminta gadget baru, laptop baru, sepeda motor atau mobil baru, membiayai pulsa internet kalian, atau lebih berhemat, mungkin orang tua kalian yang belum berangkat haji bisa berangkat haji, mungkin naik haji sekeluarga.

Oke, sekarang apa peran kita sebagai anak? Sudah diinvestasikan selama bertahun-tahun dalam jumlah besar masak tidak bisa memberikan balas budi sedikit pun? Oke, mungkin ada yang bilang “saya sudah bikin mama papa bangga dengan juara lomba ini itu.” Atau dengan berkata “saya sudah menjadi anak yang penurut dengan rajin membantu ibu menyapu di rumah.” Tapi itu semua belum cukup! Walau pun kalian melakukan apapun untuk membalas kebaikan kedua orang tua kalian  bahkan mengganti semua biaya hidup kalian dari lahir sampai dewasa, itu semua belum cukup! Orang tua kita tentu tidak akan bilang, “kembalikan uang saya selama kamu hidup di rumah ini” atau semacamnya.Tapi sebagai anak, kita harus membalasnya. Membalasnya dengan selalu berbuat baik kepada mereka dan mendoakan mereka. Sampai kapan? Sampai kita mati! Bahkan ketika orang tua kita sudah tiada, kita harus berbuat baik kepada mereka dengan mendoakan mereka. Buat yang orang tuanya masih hidup, hadiah terbesar yang bisa kita berikan kepada mereka (walau pun masih belum cukup) adalah dengan memberangkatkan haji kedua orang tua kita.

Nah, masalahnya adalah walaupun kita memiliki kelimpahan harta untuk memberangkatkan orang tua kita untuk naik haji, kita masih memiliki keterbatasan waktu untuk itu. Karena keterbatasan kuota, calon haji harus menunggu selama periode tertentu untuk bisa berangkat haji ke Mekah. Pertanyaan saya, apakah orang tua kita punya cukup waktu untuk menunggu waktu itu datang? Setahun, dua tahun, bahkan lima tahun. Apakah kita bisa menjamin bahwa orang tua kita akan hidup selamanya?! Are you insane??

Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah 2:215

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلْ مَا أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ
السَّبِيلِ وَمَا تَفْعَلُواْ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Artinya: Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

Banyak kisah yang menceritakan tentang pemulung yang menabung selama 20 hanya untuk berangkat haji. Atau cerita tukang bubur yang bekerja mati-matian untuk membiayai ibunya naik haji. Masak sama mereka saja kita kalah?! Untuk itu, marilah kita bergegas dan mempercepat langkah kita untuk memberangkatkan haji kedua orang tua kita. Kita tak punya banyak waktu lagi. Soal maut hanya Allah lah yang tahu, bukan? Kita harus berpikir dan bekerja lebih keras dari sebelumnya. Gunakan kekuatan hati dan sekuat tenaga untuk mewujudkannya dengan segala waktu yang masih tersisa yang tak banyak ini. Dan tak lupa senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan jalan dan dimudahkan langkah untuk mencapai tujuan, amin ya rabbal alamin.

Tetap semangat dalam membahagiakan Ibu dan Ayah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s